Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Nasehat Rasulullah SAW Terhadap Ali Bin Abi Thalib RA

Y a Ali,
Tidak ada Kefakiran yang lebih hebat dari pada kebodohan,
tidak ada harta yang lebih berharga dari pada akal, tak ada kesepian yang lebih sunyi dari pada ujub (kagum pada diri sendiri),
tak ada kekuatan yang lebih kuat dari pada musyawarah,
tak ada iman yang lebih hebat dari pada keyakinan,
tak ada wara’ yang lebih baik dari pada menahan diri,
tidak ada keindahan selain budi pekerti dan
tidak ada ibadah yang melebihi tafakur.

Ya Ali,
Bahwa segala sesuatu itu ada penyakitnya.

  • Penyakit bicara adalah bohong, 
  • penyakit ilmu adalah lupa, 
  • penyakit ibadah adalah riya, 
  • penyakit budi pekerti adalah memuji diri,
  • penyakit berani adalah agresif, 
  • penyakit pemurah adalah menyebut-nyebut pemberian,
  • penyakit cantik adalah sombong, 
  • penyakit bangsawan adalah bangga, 
  • penyakit malu adalah lemah, 
  • penyakit mulia adalah menonjolkan diri, 
  • penyakit kaya adalah kikir, 
  • penyakit royal adalah berlebih-lebihan dan penyakit agama adalah hawa nafsu. 


Ya Ali,
Apabila engkau disanjung orang dihadapan mu, maka bacalah kalimat ini:
"Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari pada apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui, dan janganlah aku di siksa tentang apa-apa yang mereka telah ucapkan."

Minggu, 10 Februari 2013

Ubai bin Ka'ab

"Katakanlah : Ia kuasa akan mengirim siksa kepada kalian, baik dari atas atau dari bawah kaki kalian, atau membaurkan kalian dalam satu golongan berpecah-pecah, dan ditimpakan kalian perbuatan kawannya sendiri..!"(Qs. Al An'am :65)

U bai bin Ka'ab adalah warga Anshar dari suku Kharaj, ikut dalam perjanjian 'Aqabah dan perang badar dan peperangan lainnya.Beliau mempunyai derajat yang mulia dikalangan Muslimin angkatan pertama. Beliau termasuk perintis penulis wahyu dan surat-surat dan juga termasuk golongan terkemuka dalam penghafalan Al Qur'an, membaca dan memahami ayat-ayatnya. Pada suatu hari Rasulullah Saw mengatakan kepadanya :

"Wahai ubai bin Ka'ab! Saya dititahkan untuk menyampaikan Al Qur'an padamu ". Ubai maklum bahwa Rasulullah hanya menerima perintah dari wahyu.., maka dengan harap-harap cemas ia bertanya "Wahai Rasulullah, Ibu bapakku menjadi tebusan anda! Apakah kepada anda disebutkan namaku?" Ujar Rasulullah "Benar! Namamu dan turunanmu ditingkat tertinggi...!"